Harmoni dalam Keberagaman Bhinneka Tunggal Ika

Nama: Dhika Dwi Saputra

Kelas: 9B

No: 09

Sekolah: SMP Negeri 1 Ayah

Wawancara PPKn 

“Harmoni dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia”

A.   Latar belakang

Saya siswa kelas 9  mendapat tugas untuk melakukan wawancara tentang keberagaman yang ada pada masyarakat kepada masyarakat (tokoh masyarakat/ orang tua/ orang yang tahu keberagaman di masyarakat) di sekitar tempat tinggal saya.

B.      Maksud dan Tujuan

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menggali informasi lebih lanjut dan memperdalam pemahaman saya tentang berbagai keanekaragaman yang ada di sekitar tempat tinggal saya (Desa Pringtutul) , yang meliputi keberagaman suku, ras, agama, serta ekonomi.

C.      Topik wawancara

 Harmoni Keberagaman Masyarakat

D.      Waktu dan tempat wawancara

Wawancara ini dilaksanakan pada :

Hari / Tanggal : Rabu, 17 Februari 2021

Waktu : pukul 18.50 – 19.20

Tempat : Rumah Kakek (Desa Pringtutul)

Laporan hasil wawancara

Narasumber : Bapak Amadi, Ibu Aminah, dan Ibu Purwati

Pewawancara : Dhika Dwi Saputra

Hasil Wawancara

Pada hari rabu, 17 Februari 2021, pukul 18.50-19.20, saya melakukan wawancara kepada Bapak Amadi, Ibu Aminah, dan Ibu Purwati tentang keberagaman pada masyarakat di Desa Pringtutul.

Berikut hasil wawancaranya:

 

Keberagaman yang paling banyak terjadi di Desa Pringtutul adalah keberagaman ekonomi (masalah pekerjaan) dan keberagaman status sosial. Sisanya adalah keberagaman suku, ras, dan agama.

 

Berikut beberapa keberagaman yang ada di Desa Pringtutul:

 

1.       Suku = Mayoritas: suku Jawa       Minoritas: Suku Sunda

2.       Ras= Mayoritas: ( malayan-mongoloid) 

                 Minoritas: (asiatic mongoloid dan beberapa kaukasoid)

3.       Bahasa yang digunakan: Bahasa Indonesia dan bahasa jawa (ngapak & krama)

4.       Agama: Mayoritas: Islam, minoritas: kristen, kejawen.

5.       Gender: di desa ini sebagian besar terdapat  (perempuan yang menyukai laki-laki atau sebaliknya). Dan sebagian kecil terdapat laki-laki yang menyukai ladyboy (laki-laki yang ingin menjadi perempuan). Serta terdapat Tom(perembuan yang berpenampilan seperti laki-laki) dan ladyboy.

6.       Pekerjaan: Mayoritas pekerjaan adalah: buruh/petani. Minoritasnya: PNS, Polisi, Dokter/bidan, guru.

7.       Rumah: Bentuk rumah di desa ini kebanyakan berbentuk minimalis dan bertembok beton. Akan tetapi masih ada beberapa yang masih mempertahankan rumah adat.

 

Keberagaman lainnya seperti:

Ada orang dalam kondisi perekonomian kemiskinan. Hal itu dikarenakan pengangguran, lapangan kerja yang sedikit, kurangnya pengetahuan tentang dunia pekerjaan/bisnis, kebutuhan yang lebih banyak daripada pendapatan, gaya hidup yang terlalu tinggi.

Cara menghadapi keberagaman ekonomi adalah dengan saling berbagi satu sama lain, mengadakan pembagian sembako bagi warga yang kurang mampu (dikhususkan atau dengan persyaratan yang ketat ) , membuat UMKM di desa ini menjadi lebih maju dan berkembang agar muncul lebih banyak lowongan pekerjaan baru. Mendirikan rumah usaha bersama.

 

Info Tambahan:

Di desa ada banyak perantau dan alasan utama mereka merantau adalah untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan keluarganya (jika yg sudah berkeluarga). Alasan lain adalah ingin mencari pengalaman bekerja di luar daerah, serta ingin merasakan bagaimana tinggal di suatu daerah/kota.

Warga desa tahu kebudayaan di desa seperti kuda lumping, gamelan, wayang, dan masih banyak lagi. Sebagian besar warga mengetahui apa itu gamelan. Akan tetapi tidak semua warga dapat memainkan gamelan.

 

Kesimpulan:

Dampak positif keberagaman:

Menambah pertemanan, menambah pengetahuan tentang sesuatu yang belum pernah diketahui, menambah pengalaman, menambah channel.

Dampak negatif keberagaman:

Diskiriminasi, jadi bahan omongan orang lain.

 

Cara penerapan harmoni dalam keberagaman dalam kehidupan sehari-hari antara lain: mengikuti kegiatan bermasyarakat, saling menyapa satu sama lain jika ertemu di suatu acara/tempat, saling bertukar pendapat jika mengobrol/bermusyawarah, mengikuti organisasi dalam masyarakat.

Keberagaman yang ada dalam masyarakat harus kita syukuri. Walaupun dari sekian banyak dampak yang ada lebih banyak dampak negatifnya daripada dampak positifnya. Akan tetapi kita harus menyikapi keberagaman tersebut dengan lebih mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi. Serta menghindari permusuhan diantara teman dan sering mengadakan acara yang mempereat silaturahmi. Dan juga menghindari acara yang lebih mengutamakan perbedaan. Lebih pandai mengendalikan emosional kita. Tidak saling mengumpat satu sama lain.

Komentar

  1. Dalam segi pegumpulan informasi sudah sangat baik, hanya aja ada beberapa penempatan huruf kecil yang seharusnya menjadi huruf besar kurang tepat.

    Semangat dalam berkarya tulis!

    Regards,
    Anna❤️

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layakkah Soeharto Jadi Pahlawan Nasional?

Sejarah Politik dan Politisasi Tionghoa di Indonesia