Layakkah Soeharto Jadi Pahlawan Nasional?

     Soeharto lahir di Kemusuk, Yogyakarta pada 8 Juni 1921. Ayahnya Kertosudiro dan Ibunya Sukirah. Keluarganya petani.

   Pada 1974, majalah Peragaan, Olahraga, Perfilman (POP) menerbitkan tulisan yang mengulas latar belakang Sang Presiden. Majalah tersebut mempublikasikan investigasi yang menyebutkan bahwa ayah kandung Soeharto sebetulnya bukan Kertosudiro melainkan seorang lurah keturunan Sultan Hamengkubuwono II. Soeharto mengadakan konferensi pers, POP di bredel dan Pimrednya masuk penjara.

   Soeharto memulai karir militer dan bergabung KNIL kemudian PETA saat Indonesia dijajah Jepang. Ia resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945.

   Salah satu kisah kepahlawanan Soeharto yang kerap diceritakan adalah terkait kiprahnya di balik Serangan Umum 1 Maret 1949, Yogyakarta. Kalau kita menyaksikan film-film macam "Janur Kuning" (1979) pasti bisa melihat sentral dan menonjolnya peran Soeharto. Begitupun juga dalam film "Serangan Fajar" (1981). 

   Padahal penojolan karakter Soeharto tidak terlihat pada film "Enam Djam di Jogja" (1951). Hal inilah yang menyebabkan lahirnya silang pendapat yang menduga terjadinya pengkultusan terhadap sosok Soeharto yang dilakukan oleh rezim Orde Baru.

   Dalam film, ideologi, dan militer (1999), Budi Irwanto menganalisis bahwa film-film seperti Janur Kuning dan Serangan Fajar melukiskan sosok pelaku secara kurang proporsional. Aksi Letkol Soeharto sebagai pemrakarsa serangan, pemimpin serangan, sekaligus penembak di garis terdepan dianggap berlebihan.

  Daniel Leese dari Freiburg University menyebutkan bahwa pengkultusan/penghormatan secara berlebihan sering dilakukan oleh pemimpin-pemimpin bertangan kuat. Misal: pada Dinasti Kim di Korea Utara.

   Kiprah heroisme Soeharto juga begitu menonjol dalam penumpasan G30 S/PKI 1965 yang identik dengan PKI. Tonggak tragedi ini menjadi awal kekuasaan Soeharto sekaligus juga membuat nama dan kekuasaannya semakin kuat.

  Heroisme Soeharto kemudian semakin kuat terasa ketika Ia diberikan status sebagai "Bapak Pembangunan Indonesia". Soeharto disebut mampu membawa ekonomi Indonesia yang terpuruk di Era Orde Lama menuju sebuah kebangkitan ekonomi. Modernisasi pun mulai terlihat walau ekonomi sebetulnya sangat sentralistik karena pembangunan hanya berpusat di Jakarta dan Pulau Jawa. Pengkultusan melalui Bapak Pembangunan ini disahkan lewat TAP MPR RI Nomor V Tahun 1983.

Lagu Titiek Puspa berjudul "Bapak Kami Soeharto"

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 Terlepas dari prestasinya yang pro dan kontra, Soeharto akhirnya jatuh pada Mei 1998.

   Sekalipun mendapat perdebatan, sebagai pejuang kemerdekaan Soeharto jelas punya andil untuk negara ini. Ia juga menjadi bagian dari gerakan yang mengakhiri Orde Lama. Rezim yang secara ekonomi memang tak mampu menyejahterakan masyarakat.

   Di sisi lain, ada yang menganggap Soeharto bertanggungjawab atas kasus-kasus pelanggaran HAM serta terkait kasus korupsi yang terjadi sepanjang periode kekuasaannya.


Berikan pendapatmu!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harmoni dalam Keberagaman Bhinneka Tunggal Ika

Sejarah Politik dan Politisasi Tionghoa di Indonesia