Kelebihan dan Kekurangan Pemerintahan Orde Baru
Kenapa Orde Baru bisa berkuasa?
Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) 11 Maret 1966 menjadi tanda berakhirnya masa pemerintahan Soekarno dan dimulainya rezim Presiden Soeharto di Indonesia. Memang Soeharto baru resmi menjabat setahun kemudian yakni pada tahun 1967. Namun sebenarnya kekuasaan sudah beralih dari Presiden Soekarno melalui peristiwa ini.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
KELEBIHAN
(+) Indonesia relatif aman serta politik yang stabil
Di rezim orde baru tidak banyak preman-preman atau kriminal yang cukup berani beraksi di masyarakat terutama setelah Petrus (penembak misterius).
Politik juga relatif stabil karena salah satunya penyederhanaan partai politik hingga membuat jumlah partai tidak terlalu banyak. Hanya ada PPP (Partai Persatuan Pembangunan), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan Golongan Karya (Golkar).
(+) Harga bahan pokok terjangkau dan stok memadai
"GREEN REVOLUTION"=Revolusi besar-besaran dalam pertanian yang memperkenalkan pupuk dan pestisida kimia.
Di Indonesia program ini bernama "Panca Usaha Tani" tahun 1979. Revolusi hijau membuat Indonesia menjadi negara yang cukup makmur yang membuat bahan pokok terutama beras tercukupi hingga nilainya sangat terjangkau dan sanggup menjadi negara pengekspor beras. Hasil panen meningkat 49%.
Zaman sekarang kita bisa melihat petani menggunakan traktor, bibit unggul, pestisida, dan pupuk kimia. Semua itu adalah peninggalan dari zaman Orde Baru.
(+) Pembangunan yang cepat
Tol Jagorawi yang dibangun pada tahun 1978 merupakan jalan tol pertama yang dibangun di Indonesia.
Saat orde baru juga banyak gedung besar yang dibangun dengan kualitas baik seperti Wisma Nusantara dan Mandarin Oriental Hotel.
Wisma Nusantara menjadi salah satu bangunan dengan kualitas terbaik yang dibangun bersama Jepang (Teknologi anti gempa dari Jepang).
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
KEKURANGAN
(-) KKN yang merajalela
Istilah korupsi, kolusi, dan nepotisme bahkan pertama kali dicetuskan oleh Amien Rais yang mengkritik Orde Baru pada demonstrasi 1998.
Pada zaman Orba sangat sulit untuk berbisnis dan berpolitik jika tidak memiliki koneksi/modal yang cukup besar. Dwifungsi ABRI dan kemenangan Golkar terus menerus dalam pemilu merefleksikan perlu menjadi anggota ABRI serta Golkar untuk bisa berpolitik.
Dalam bisnis, kebanyakan dipimpin oleh konglomerat/orang-orang terdekat Soeharto. Misalnya Sudono Salim. Pendiri Salim Group serta jadi orang terdekat Soekarno dan Probosutedjo (adik tiri Soeharto) yang pernah memonopoli cengkeh bersama Tommy Soeharto.
(-) Kurangnya keadilan terhadap HAM
Meskipun memang petrus mengurangi preman, gangster, dan kriminal. Namun tak jarang juga rakyat biasa yang berambut panjang dan memiliki tato menjadi korban meski bukan kriminal karena dicap sebagai keburukan moral (Premanisme).
Etnis Tionghoa juga mendapat diskriminasi parah dari Pemerintah. Contohnya yakni Pelarangan perayaan tradisi seperti Imlek dan Cap Go Meh bahkan pelarangan bahasa Mandarin dilarang. Inilah sebenarnya banyak orang Tionghoa di Indonesia yang tak bisa berbahasa Mandarin.
(-) Hutang negara membengkak dan Jawa-sentrisme
Pembangunan di masa orde baru terlalu berpusat di pulau Jawa dan bersifat semu karena dibayar dengan hutang dari luar negeri seperti Wisma Nusantara di mana Jepang menjadi negara yang berinvestasi besar di Indonesia.
Pada awal orde baru, hutang Indonesia hanya Rp794 Miliar namun telah membengkak menjadi Rp1.723 Triliun bahkan pernah ada grup hutang di Indonesia yang dikenal dengan IGGI (Intergovermental Group on Indonesia) yang dibentuk pada 1967 namun Indonesia dan IGGI pecah kongsi pada 1992 setelah insiden Santa Cruiz (1991).
Tentunya ini menjadi bom waktu bagi Indonesia yang meledak pada krismon 1998 dan menyebabkan kerusuhan besar. Hutang-hutang tersebut membuat banyak masalah termasuk melemahnya rupiah yang membuat rupiah terjun bebas dan mengalami krisis ekonomi.

Komentar
Posting Komentar