Sejarah Politik dan Politisasi Tionghoa di Indonesia
Tahukah kamu tokoh politik tersebut?
Yap, beliau adalah Basuki Tjahaja Purnama (Gubernur Jakarta 2014-2017).
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Oke itu sebagai pengantar aja ya, mari kita telisik lebih jauh lagi mengenai materi "Sejarah Politik dan Politisasi Tionghoa di Indonesia" berikut ini..
Pada 1932, kaum nasionalis Tionghoa mendirikan Partai Tionghoa Indonesia (PTI) untuk mendorong warga Tionghoa bergabung dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Siauw Giok Tjhan merupakan salah satu tokoh PTI yang aktif dalam perjuangan kemerdekaan. Akibat jasanya, ia pernah diangkat sebagai Menteri Negara Urusan Minoritas pada Kabinet Amir Syarifudin.
ORDE LAMA
Di masa Presiden Soekarno ada beberapa menteri beretnis Tionghoa:
Peristiwa penting berbau rasial terhadap warga cina pada masa Presiden Soekarno kerap terjadi. Dengan dikeluarkannya PP Nomor 10 Tahun 1959 yang melarang warga etnis Tionghoa berdagang di daerah-daerah di bawah tingkat kabupaten.
PP ini membuat lebih kurangnya 100.000 warga Tionghoa non WNI pergi dari Indonesia karena kehilangan usahanya.
- Menteri Tionghoa yang pernah dilantik Soekarno seperti Oei Tjoe Tat ditahan;
- Warga etnis Tionghoa dilarang memiliki tanah di pedesaan, dilarang menjadi PNS, dan dilarang menjadi tentara. KTP warga Tionghoa pun diberi tanda khusus.
- Pemaksaan mengubah nama-nama Tionghoa menjadi nama yang terdengar Indonesia, pelarangan dan penutupan sekolah yang mengajar bahasa Tionghoa, dan pelarangan perayaan Imlek;
- Pada periode Orde Baru, hanya sedikit tokoh keturunan Tionghoa yang dapat berkarir di politik. Salah satunya adalah aktivis 66 "Arief Budiman" yang mengkritik orde baru bersama dengan adiknya "Soe Hok Gie".
- Meninggal : 1.190 orang- Hilang : 313 orang



Komentar
Posting Komentar