Tugas Pidato Persuasif

Nama: Dhika Dwi Saputra

No      :09

Kelas : 9B


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 

Yang terhormat Bapak S. Hery Purwanto selaku guru mapel Bahasa Indonesia sekaligus penilai tugas pidato persuasif ini. Dan tidak lupa kepada Bapak dan Ibu guru dan teman-teman. Serta kepada para pembaca yang berkenan untuk membaca teks pidato ini. Saya ucapkan terima kasih. 

Pertama-tama marilah kita  panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT. Karena dengan rahmat-Nya kita masih diberi kesehatan dan kenikmatan. Dan  tidak lupa kepada Nabi Muhammad SAW yang kita nantikan syafaatnya di Yaumul Qiyamah. 

Pembaca yang saya hormati, 

Tujuan pembuatan pidato ini ialah untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia kelas 9B. Serta,  untuk memotivasi para pembaca dan sebagai bahan bacaan. Tema pidato ini adalah pembelajaran "Jarak Jauh Di Masa Pandemi COVID-19"

Pembaca yang berbahagia, 

Sesuai dengan tema tersebut, saya akan membahas mengenai PJJ. Meninjau dari sekolah-sekolah khususnya yang berada di Kebumen yang melaksanakan PJJ masih belum se-efektif Kabupaten lainnya.  Pembelajaran kita ini masih belum menerapkan sistem Life Streaming maupun Life Conference. Pembelajarannya masih non aktif di mana siswa harus membaca serta memahami materi sendiri.  Sedangkan guru memberi materi berupa teks maupun rangkuman tanpa dijelaskan. Inilah yang membuat pembelajaran ini kurang efektif. Akibatnya para peserta didik menjadi malas karena semua materi berubah teks dan soal yang tidak dijelaskan cara menjawabnya. 

Pembaca sekalian, 

Menurut pendapat saya, sebaiknya seluruh sekolah menerapkan pembelajaran melalui Live Streaming Youtube maupun Instagram. Ataupum melalui Aplikasi Live Conference seperti Zoom, Cisco Webex, Skype, dan masih banyak lagi. Solusi tersebut dinilai lebih efektif daripada siswa membaca tanpa dijelaskan. Mari kepada para guru yang terhormat untuk menerapkan solusi tersebut dan jangan memberi soal kepada para peserta didik banyak-banyak karena bukannya pintar tetapi akan semakin pusing akibat tidak dijelaskan. 

Para pembaca sekalian, demikianlah pidato yang perlu saya sampaikan. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan dapat direalisasikan. Sebagai manusia, saya tidak luput dari kesalahan. Oleh karena itu saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Terimakasih. 

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layakkah Soeharto Jadi Pahlawan Nasional?

Kelebihan dan Kekurangan Pemerintahan Orde Baru

Sejarah Politik dan Politisasi Tionghoa di Indonesia