Cerpen Tentang Neni karya Dhika Dwi Saputra

Tentang Neni 

Dhika Dwi Saputra


“....How do you supposed to keep...”. Begitulah setiap hari Neni mendengar musik favoritnya sambil bernyanyi ria hingga tak hiraukan semua yang ada di sekitarnya. Ia asik dengan hobinya sampai lupa waktu.

       Neni adalah anak seperti biasanya. Tak ada sisi spesial di dirinya. Walau setiap hari Ia bernyanyi, suaranya sumbang . Namun tekadnya untuk menjadi penyanyi sangat bulat. Hingga setiap hari Ia berlatih dan berlatih. Akan tetapi, latihannya selama ini tidak sia-sia. Ia dapat mengikuti alunan melodi lagu yang Ia nyanyikan.

        Suatu hari, Neni pergi ke sebuah toko buku untuk membeli buku musik. Hobinya tak karuan. Setiap hari, Ia menabung demi mengabulkan hobinya tersebut. Setiap 1 bulan sekali, Neni membeli satu buku musik yang berisi puluhan lirik lagu beserta chord dan not nada. Semua itu, Ia lakukan demi dapat bernyanyi seperti idolanya, yaitu Rara Sekar.

        Neni menyukai musik khususnya musik akustik dari kecil. Ups, hampir lupa. Neni merupakan salah satu Peserta Didik  SMP Pelita Harapan Bangsa. Dia sekarang duduk di bangku kelas 9 SMP. Dan 1 tahun lagi dia lulus SMP. Sekarang awal-awal semester 1. Oleh karena itu, Ia masih merasa aman dan bersantai-santai akan akademiknya dan dia lebih memilih non akademik.

         Namun semua itu berubah saat menjelang Penilaian Tengah Semester 1 yang akan diadakan 1 minggu lagi. Neni mulai berhenti menekuni hobinya demi belajar untuk PTS 1 ini. Semua buku Ia baca, kecuali buku matematika.  Sedari kecil, Neni memang benci pelajaran matematika. Menurutnya matematika itu membosankan dan rumit. Latar belakang keluarganya juga kurang pandai dalam matematika. Mulai dari ayahnya seorang Atlet Jarak Jauh dan Ibunya seorang Chef di salah satu restoran terkenal. Neneknya yang merupakan penulis novel serta kakeknya yang bekerja di Kedutaan Luar Negri. Neni anak tunggal. Setiap hari Ia selalu dimanjakan dengan barang mewah dan branded. Akan tetapi, Neni tidak boros dan rajin menabung.

          1 hari lagi menuju PTS 1, Neni beristirahat sambil mendengarkan musik favoritnya yang berjudul "Yang Patang Tumbuh Yang Hilang Berganti" yang dinyanyikan oleh Banda Neira.  Ia kurang suka bergaul dengan teman-temannya karena Ia agak canggung dan kaku saat bertemu teman-teman dan Ia lebih suka makan dan belajar sendiri . Saat asik mendengarkan musik, Ibunya datang membawakan camilan favoritnya yaitu Yakisoba dan Takoyaki.  Setiap hari Ibunya memasak makanan sendiri dan lezat tentunya. Sejak kecil,  Neni menyukai makanan Jepang. Wajar karena masakan Ibunya yang lezat dan Ayahnya yang merupakan blasteran Indonesia-Jepang. Jadi Neni memiliki darah Jepang dari neneknya. Sedangkan Ibunya merupakan blasteran Indonesia-Chinese. Sehingga Neni juga memiliki darah Chinese dari kakeknya.

         Neni memiliki paras yang cantik. Oleh karena itu, dia mendapat julukan Princess di sekolahnya. Tubuhnya yang tinggi semampai dan langsing dengan mata sipit dan hidung mancung. Siapa yang tidak menyukainya. Kulitnya pun putih bersih seperti susu. Walaupun Neni memiliki tubuh yang hampir sempurna, Neni tidak sombongterhadap siapapun dan Ia selalu berbagi tips kecantikan pada teman-temannya.

          Di Sekolah, Neni sering mendapat hadiah  dari teman-temannya khususnya para laki-laki yang mengidolakannya. Dan Neni tak ambil pusing masalah  tersebut. Neni lebih memilih ke perpustakaan demi membaca buku.

            Saat memasuki hari 1 PTS 1, neni mengerjakan soal penilaian Tengah Semester dengan teliti dan hati-hati. Setiap soal dia baca 2 kali hingga benar-benar paham.  Begitu dia lakukan terhadap semua soal dan akhirnya selesai. Neni selalu selesai sebelum teman-temannya selesai. Walau masih tersisa banyak waktu, Neni meniliti kembali jawabannya dan tidak berisik maupun mengganggu teman-temannya.  Hari demi hari selalu seperti itu, hingga hari akhir PTS 1. Dia mendapat Nilai yang memuaskan kecuali matematika. Nilai matematikanya merupakan nilai terendah di kelasnya. Disusul nilai IPA nya yang pas KKM. Awalnya Neni sempat down akibat tersebut. Akan tetapi, Neni sadar kemampuan dan minatnya bukan disitu. Sebaliknya nilai Seni Budaya dan Bahasa Inggrisnya mendapat nilai sempurna dan sisanya mendapat nilai rata-rata 90. Neni memang suka seni khususnya musik dan senang mempelajari bahasa Inggris dari Ayahnya.

           Dia Mendapat hadiah karena mendapat rangking 1 dikelasnya. Teman-teman kagum padanya sekaligus bangga. Hadiahnya Neni simpan dan suatu saat pasti digunakan. Neni tidak sombong dan Ia selalu menerima hadiah apapun dari temannya baik murah maupun paling mahal sekalipun.

         Neni  sadar banyak orang yang menyayanginya hingga ia sadar bahwa ia itu penting. Dan mulai saat itulah Neni perlahan menjadi sedikit sombong terhadap teman-temannya dan mulai memlih teman.

         Di sebelah rumahnya, terdapat taman kota yang banyak orangnya disana. Neni selalu bermain disana jika dia bosan dirumah. Setiap ada teman yang mau bermain dengannya selalu dia tolak dan jauhi. Dia lebih memilih bermain sendirian di taman sambil menjalani hobinya yang tidak lain dan tidak bukan adalah mendengarkan musik. Setiap dia bermain di taman pasti dia bertemu temannya baik laki-laki maupun teman perempuan. Tapi selalu Ia tolak. Sejak saat itu teman-teman perlahan mulai menjauhi Neni akibat sifatnya.

         Di rumah, Neni mulai berbuat seenaknya dan terkadang membentak orang tuanya sehingga meinbulkan cekcok di rumahnya.  Neni mulai sombong dan pamer akan kepintarannya pada teman-temannya sehingga dia dijauhi oleh teman-temannya akibat ulahnya tersebut. Setiap hari, Ia menceritakan kemewahan rumahnya pada setiap temannya yang berada di dekatnya. Sifat itulah yang membuat temannya ilfiil terhadapnya.

         Hingga pada suatu hari, Neni sempat diusir oleh orang tuanya akibat dari sifat nakal dan keanak-anakannya. Neni menjadi diam lagi di sekolah dan bersifat dingin oleh semua orang.

           Suatu ketika saat semester 2 awal, ada anak baru bernama Joyland yang merupakan anak pindahan dari luar negri. Dia pindah ke Indonesia bersama orang tuanya. Orang tuanya yang merupakan Anak Dokter dari luar yang ditugaskan untuk bekerja di salah satu Rumah Sakit ternama di Jakarta. Joyland memiliki paras tampan, tubuh tinggi, dan hidung mancung. Joyland merupakan anak blasteran Jerman-Australia dari orang tuanya. Dia kursus bahasa Indonesia selama 1 bulan dan Ia bisa sedikit-sedikit berbahasa Indonesia.  Joyland sangat pandai dalam IPA sehingga Ia menjuarai berbagai kompetensi sains di Australia. Ketika pindah ke Indonesia Joyland sangat excited dengan kebudayaan di Indonesia.

          Di Sekolah , Joyland disegani dan dihormati  semua guru hingga kepala sekolah serta teman-temannya. Akan tetapi, Neni tidak suka padanya karena menganggapnya sebagai saingan. Akan tetapi, Joyland menganggap neni sebagai temannya. Dan terkadang Joyland mengajak Neni berbincang-bincang dan mengobrol selayaknya seorang teman. Namun masih saja Neni bersikap dingin kepada Joyland. Padahal Joyland ingin menyampaikan sesuatu kepada Neni yang menurutnya dapat membuat Neni bahagia. Yaitu belajar bersama di Perpustakaaan.

“Kamu mau ke Perpustakaan bareng aku gak Nen?”

“gak usah, aku bisa sendiri”

“Ya udah. Tapi kata temen-temen kamu biasa belajar di perpustakaan”

“Segitunya sampai tanya temen demi bisa belajar bareng aku.”

“Iya laa. Sejak lama aku pengen kenalan dan jadi temen kamu”

“Kenalin aku Joyland Adhulpus Colin”

“OK. Aku Neni Ayumi Annchi”

“jadi, kamu mau kan?”

Tanpa pikir panjang, neni langsung mengiyakannya. Mereka belajar di perpustakaan sekolah sampai istirahat selesai. Setelah itu, mereka kembali ke kelasnya masing-masing.

         Perlahan Neni, mulai baik kepada semua orang dan dia sadar bahwa sikapnya selama ini telah berubah terhadap semua orang yang ada didekatnya. Semua itu disebabkan oleh Joyland yang selalu berbagi cerita dan pengalamannya kepada Neni. Hal itu pun membuat Neni merasa bahagia.

“Kamu memang baik, Joy”

“Ya, asal kamu bahagia. Aku pun bahagia”

        Hingga sampai Ujian nasional, mereka selalu belajar bersama dan melakukan hobinya bersama. Dan kebetulan mereka mempunyai hobi yang sama yaitu mendengarkan musik dan bernyanyi. Itu merupakan kenangan terindah mereka berdua. Sampai akhirnya hari pengumuman kelulusan tiba, mereka tetap akur dan bercanda ria bersama. Pada saat perpisahan kelulusan, mereka menyanyikan lagu bersama dan bersuka ria bersama teman-temannya.

“Joy, makasih ya atas semua yang telah kamu berikan ke aku dan  semua keceriaan selama ini”

“Sama-sama nen. Aku juga mau bilang makasih atas semua Kebersamaan kita selama ini”

“Selamat tinggal Joy, kalau udah sampai Australia nanti kabari aku ya. Dan jangan lupakan aku ya disana...”

“OK Nenny. Aku akan selalu ingat kamu ko.”

Joyland dan neni  berpisah  ruang  sampai disini. Dan Joyland kembali ke Australia demi melanjutkan SMA dan kuliahnya disana. Neni pun kembali melanjutkan SMA nya di SMA terdekat dari rumahnya.

SELESAI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layakkah Soeharto Jadi Pahlawan Nasional?

Kelebihan dan Kekurangan Pemerintahan Orde Baru

Sejarah Politik dan Politisasi Tionghoa di Indonesia