Pidato Persuasif Peringatan Sumpah Pemuda

Nama: Dhika Dwi Saputra

No Absen: 09

Kelas: 9B

No. Peserta: 11-006-041-8


Tema Pidato: Peringatan Sumpah Pemuda (Hari Besar Nasional)


Upaya yang dapat dilakukan para pemuda untuk  memperingati Sumpah Pemuda


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yang  saya hormati Bapak Kepala SMP Negeri 1 Ayah, Bapak Drs. Arif Sunarmo.Yang saya hormati, Bapak Budi Iswanta, Bapak S. Hery Purwanto, Bapak Supono dan Ibu Any Setyowati. Serta kepada bapak dan ibu guru beserta staf SMP Negeri 1 Ayah, dan juga teman-teman yang saya cintai.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT. Karena dengan rahmat-Nya kita masih diberi kesehatan dan kenikmatan. Berdiri di sini, secara virtual berhadapan dengan kalian semua. Dan tidak lupa kepada Nabi Muhammad SAW yang kita nantikan syafaatnya di Yaumul Qiyamah. Aamiin.

Tujuan pembuatan pidato ini ialah untuk memenuhi tugas penilaian praktik / penugasan bahasa Indonesia kelas 9. Serta, untuk memotivasi para penonton dan sebagai bahan tontonan yang positif. Tema pidato ini adalah Peringatan Sumpah Pemuda.

Penonton yang berbahagia, 

Sesuai dengan tema tersebut, saya akan membahas mengenai "Upaya yang dapat dilakukan para pemuda untuk  memperingati Sumpah Pemuda". Sebelum menuju ke isi, perkenankan saya untuk menerangkan sekilas tentang Sumpah Pemuda. 

Tepat 92 tahun yang lalu, para pemuda Indonesia mengucapkan ikrarnya. Ikrar untuk bertumpah darah, berbahasa, dan berbangsa Indonesia. Ikrar tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaannya. Ikrar tersebut kini dikenal dengan nama Sumpah Pemuda.

Meninjau dari realita, sekarang banyak peserta didik yang melupakan budaya daerah dan memilih untuk mempelajari budaya asing. Sebagai generasi muda, kita pasti tergiur untuk meniru budaya negara lain. Anak muda sudah jarang yang melestarikan adat dan kebudayaan. Terbukti dengan banyaknya penyimpangan perilaku yang dilakukan oleh banyak orang khususnya generasi muda seperti perbuatan mencuri, seks bebas, menistakan agama, korupsi, dan lain sebagainya. Kasus- kasus seperti ini, mencerminkan betapa bobroknya mental bangsa. Sehingga generasi muda yang mendatang bisa diperkirakan akan lebih buruk dari yang sekarang. 

Dengan semangat Sumpah Pemuda ini,kamu bisa berkarya dengan memperhatikan aspek budaya. Seperti misalnya terinspirasi oleh para pejuang di masa lalu. Sebagai generasi muda, kamu pun perlu untuk `menjaga dan mengetahui sejarah maupun budaya bangsa agar tidak diklaim oleh bangsa lain. Menambah wawasan ini bisa dengan mengunjungi museum, membaca buku, dan melihat video dokumenter sejarah. Dari sejarah dan budaya ini kita belajar bagaimana menjadi manusia Indonesia seutuhnya di tengah modernisasi.

Muda-mudi Indonesia juga malas dalam menuntut ilmu. Terbukti dari skor PISA (2018). Untuk nilai kompetensi membaca, Indonesia berada di peringkat 72 dari 77 negara. Untuk nilai matematika, Indonesia berada di peringkat 72 dari 78 negara. Sedangkan untuk nilai sains, Indonesia berada di peringkat 70 dari 78 negara. Nilai tersebut cenderung stagnan dalam 10 - 15 tahun terakhir.

Semangat dan bentuk keteladanan Sumpah Pemuda juga bisa dipelajari dan dipraktikkan oleh generasi muda sekarang tak lain adalah dengan mengukir prestasi. Prestasi ini juga tidak hanya di bidang akademik saja, tetapi juga di bidang lain yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan membawa nama harum bangsa. Seperti di bidang bisnis, pengembangan masyarakat, dan banyak lagi prestasi lainnya.

Kita semua tahu bahwa untuk mencapai prestasi tersebut memanglah tidak mudah. Setidaknya kamu perlu memiliki komitmen belajar penuh dan sungguh-sungguh. Apalagi di era dengan kemajuan teknologi dan informasi, ada banyak pilihan untuk belajar yang lebih baik.

Kini, saatnya kamu untuk mempraktikkan hal-hal yang sudah saya sebutkan dan masih banyak lagi sebenarnya untuk meneladani semangat Sumpah Pemuda masa kini. Dengan semangat tersebut, kamu akan hidup penuh warna dan penuh kesan yang mendalam di bumi Indonesia yang kita cintai. Selamat Hari Sumpah Pemuda. 

Para penonton sekalian,

Demikianlah pidato yang perlu saya sampaikan. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan dapat menghadirkan manfaat positif bagi kita semua. Sebagai manusia, saya tidak luput dari kesalahan. Oleh karena itu saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Terimakasih

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layakkah Soeharto Jadi Pahlawan Nasional?

Harmoni dalam Keberagaman Bhinneka Tunggal Ika

Sejarah Politik dan Politisasi Tionghoa di Indonesia